JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia berada di belakang Vitenam dalam urusan pembangunan resort di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Dalam Laporan Tren Pipa Konstruksi Resort yang dirilis Lodging Econometrics (LE), Indonesia punya pipeline dengan jumlah 212 proyek yang mencakup 35.333 kamar.
Angka ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga setelah Vietnam dengan 243 proyek yang meliputi 87.062 kamar, dan India dengan 481 proyek dan 57.879 kamar.
Hal ini menggambarkan complete jalur konstruksi di Asia Pasifik, tidak termasuk China, terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari tahun ke tahun atau 12 months on 12 months (YOY) hingga akhir Kuartal III tahun 2023 sebesar 1,929 proyek dengan 398.199 kamar, atau naik tiga persen berdasarkan proyek YOY.
Baca juga: Kabar Baik, Investasi Resort di Indonesia Terus Meningkat
Proyek yang saat ini sedang dibangun di wilayah ini berjumlah 954 proyek dengan 220,336 kamar, tumbuh tipis satu persen dibandingkan proyek YOY.
Sementara, proyek yang dijadwalkan mulai dibangun dalam 12 bulan ke depan berjumlah 295 proyek yang mencakup 51.756 kamar.
Ada pun proyek dalam tahap perencanaan awal berjumlah 680 resort yang berisi 126.107 kamar, meningkat tujuh persen dibandingkan proyek YOY.
Selain itu, untuk skala rantai resort mewah, kelas atas, dan kelas menengah atas masing-masing mencapai jumlah proyek puncak pada akhir kuartal ketiga dan mencakup 53 persen proyek resort dalam pembangunan di kawasan ini.
Bangkok memimpin
Lodging Econometrics juga mencatat, kota-kota Asia Pasifik di luar China dengan jaringan pipa konstruksi terbesar dipimpin oleh Bangkok, Thailand, dengan 60 proyek dan berisi 14,895 kamar.
Berikutnya adalah Jakarta, Indonesia dengan 49 proyek dan 9.369 kamar, menyusul Melbourne, Australia, dengan 41 proyek dan 7.612 kamar.
Selanjutnya Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 37 proyek dan 10.864 kamar, dan Phuket, Thailand, dengan 34 proyek yang mencakup 9.903 kamar.
Kawasan Asia Pasifik juga tercatat memiliki 270 resort baru dengan 40.972 kamar yang dibuka hingga penutupan kuartal ketiga dan diperkirakan akan membuka 113 resort baru dengan 20.247 kamar pada akhir tahun 2023.
Perkiraan Lodging Econometrics untuk pembukaan resort baru akan meningkat pada tahun 2024 menjadi 406 resort, mencakup 78.110 kamar, sebelum melambat pada tahun 2025 menjadi 358 pembukaan resort baru dengan 74.199 kamar.
Dapatkan replace berita pilihan dan breaking information setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com Information Replace”, caranya klik hyperlink https://t.me/kompascomupdate, kemudian be part of. Anda harus set up aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Discover more from PressNewsAgency
Subscribe to get the latest posts sent to your email.