Riset FEB UI: 3 dari 10 Merchant GoTo Financial Adalah Pebisnis Pemula – Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mempublikasikan hasil riset terbarunya tentang bisnis GoTo Financial di Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Dalam publikasi riset berjudul Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021 tersebut, FEB UI menyatakan, 3 dari 10 merchant GoTo Financial adalah pebisnis pemula yang baru memulai usaha saat pandemi.

Riset ini juga mendapati 4 dari 5 mitra UMKM GoTo Financial terdorong melakukan ekspansi usaha setelah menggunakan layanan GoTo Financial.

Sementara, 1 dari 5 pengguna GoPay tidak memiliki atau menggunakan rekening bank. GoPay adalah eksposur pertama terhadap produk keuangan digital.

Dalam paparan riset ini juga diketahui, mayoritas UMKM (60 persen) menggunakan GoPay sebagai metode pembayaran digital pertama yang diterima di usahanya.

Tren serupa juga terlihat dari sisi konsumen, 46 persen memilih GoPay untuk transaksi nontunai pertamanya.

Baca juga: Tak Perlu Lagi Kartu Kredit, Transaksi di App Store Sekarang Bisa Pakai GoPay

“Saat pandemi, pemanfaatan platform digital meningkat dengan pesat, termasuk layanan keuangan digital. Metode pembayaran elektronik bahkan menggantikan cash sebagai metode pembayaran utama,” ujar Turro Wongkaren, Ph.D., Kepala LD FEB UI dalam paparannya.

Baca juga: Cara Top Up Saldo OVO Melalui ATM Bank BRI, BCA, BNI, Mandiri, Danamon, Bank Mega, dan Bank Muamalat

“Kami memilih GoTo Financial karena mereka memiliki ekosistem layanan keuangan yang komprehensif bagi konsumen dan pelaku UMKM di Indonesia, tidak hanya uang elektronik,” dia memberi alasan.

Dia mengatakan, berdasar risetnya, 49 persen mitra usaha menggunakan produk GoTo Financial sebagai platform digital untuk membantu mereka berjualan online pertama kali.

Baca juga: Sambut Harbolnas, ShopeePay Hadirkan Kampanye 10.10 Double Deals

Peneliti LD FEB UI, Dr. Alfindra Primaldhi mengatakan, digitalisasi berperan sebagai katalis peningkatan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

“Riset ini menunjukkan bahwa teknologi digital, seperti ekosistem GoTo Financial, mampu menjangkau kelompok yang sebelumnya tidak terjangkau dan bahkan mendorong pemanfaatan produk keuangan yang sebelumnya belum umum digunakan masyarakat luas, seperti pinjaman dan investasi,” ujarnya.

Baca juga: Harbolnas, Banyak Produk Favorit Meriahkan Festival Belanja TikTok Shopping 10.10

Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw menambahkan, berdasarkan hasil temuan riset ini, dapat diperkirakan bahwa di tahun 2021 omzet mitra UMKM di ekosistem GoTo Financial akan meningkat 37 persen atau sekitar 53,2 triliun rupiah jika dibandingkan dengan tahun 2020.

“Peningkatan omzet mitra di tahun 2021 menandakan solusi platform digital mampu membantu UMKM bertumbuh sekaligus sinyal pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Responden riset ini adalah konsumen dan pelaku usaha yang sudah menggunakan layanan dan produk GoTo Financial sejak sebelum pandemi dengan total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap 7.355 orang, terdiri dari 5.639 konsumen dan 1.716 merchant UMKM GoTo Financial.

Mayoritas mereka tersebar di 21 kota, seperti  Manado, Samarinda, Balikpapan, Pekanbaru, Makassar, Palembang, Lampung, Medan, Denpasar, Solo, Tangerang Selatan, Depok, Semarang, Malang, Bogor, Yogyakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, Jakarta. 



Source link